#hidupiniseperti menonton Spider-man.

Posted on May 27, 2014

0


May 2002.

12 Tahun yang lalu.

Spiderman adalah film yang gue tunggu-tunggu, terlebih gue berencana menontonnya bersama Ms J. Gebetan yang nantinya akan menjadi pacar lalu kemudian mantan gue.

Awal perkenalan gue dengan Ms J ironisnya terjadi saat Togar Situmorang salah satu sahabat gue jatuh cinta dengannya. Togar enggak pernah lelah untuk terus bercerita kepada gue kalau isi di dalam tempurung kepalanya hanya sosok wajah Ms. J.

“Gue kepikiran mulu dengan Ms J.”

“Itu tandanya lo sedang jatuh cinta dengan dia Gar.”

“What should I do then?” Tanya togar dengan bahasa inggris yang menjadi kosa kata satu-satunya yang ia tahu selama tiga tahun belajar.

“Lo mesti tembak dia men.” kata gue dengan sok tahu.

“Tembak?” Tapi gue gak berani.”

“Untuk mengatakan cinta lo gak perlu modal keberanian.”

“Terus apa dong?”

“Nekat.”

 

Togar nekat menembak Ms. J. Di lapangan basket sekolah. Sore hari. Sepulang sekolah. sementara gue dengan teman-teman yang lain memperhatikannya lewat jendela dari salah satu kelas lantai dua. Menyaksikan adegan demi adegan penembakan.

Dari balik jendela kita melihat bagaimana Ms J. dipeluk dari belakang oleh Togar. maksud hati mungkin agar terlihat romantis saat menyatakan cinta sambil berbisik dari belakang tengkuk Ms. J. Mungkin Togar mencoba mengadaptasi adegan Leonardo Di caprio saat memeluk dari belakang Kate winslet pada film Titanic.

Namun kita tahu kalau Togar bukanlah Leonardo DiCaprio jadinya adegan itu lebih mirip dengan adegan olah TKP korban pemerkosaan yang biasa disiarkan di berita-berita segmen kriminal.

Dari balik belakang jendela kita melihat bagaimana Ms J meronta-ronta berusaha keluar dari jeratan pelukan Togar. Beruntung saat itu kondisi lapangan basket sedang sepi Gak bisa dibayangkan apa yang akan terjadi bila security sekolah secara tidak sengaja melihat adegan itu. Gue yakin kepala Togar langsung dipentung dari belakang hingga pingsan.

Ms. J terlihat marah lalu kemudian meninggalkan Togar sendirian di lapangan basket. Kita tidak tahu persis apa yang terjadi di lapangan basket sana . Yang kita tahu hanyalah sahabat kita baru saja ditolak oleh Ms. J.

 

 

Satu tahun kemudian.

Setahun kemudian setelah insiden penolakan di lapangan basket. Saat  masing-masing dari kita sudah lulus SMU dan memegang status baru sebagai mahasiswa. Togar menghubungi gue. dia meminta menemaninya untuk main ke rumah Ms. J.

“Ngapain main ke rumah dia? lo mau nembak dia lagi? di rumahnya gitu?”

“Gak kok. ketemuan aja.”

“Habis ketemuan terus?”

“Gue kangen sama dia Den..semenjak peristiwa gue tembak di lapangan basket sekarang dia jadi tampak acuh sama gue. di SMS gak dibales. ditelponin gak diangkat. gue mau memperbaiki hubungan kita aja dulu. at least sebagai teman seperti dulu lagi.”

“Sibuk kuliah kali. nanti lama-lama juga normal lagi. Santai aja men.”

“Pokoknya Temenin gue ya. Please.”

“Gimana ya……hemm…Okay deh. ini pertama dan terakhir kali gue nemenin lo ke rumahnya ya. nextnya lo dateng sendiri tanpa gue.”

“Seppp! Lo emang temen gue yang paling baik Den!”

 

Pada hari  Sabtu malam gue bersama Togar memutuskan untuk main ke rumah Ms. J. sudah setahun sejak peristiwa penolakan cinta Togar di lapangan basket. Terlintas di benak gue apakah Ms J masih mengingat momen tersebut? momen dimana ketika dirinya dipeluk dari belakang oleh kedua tangan Togar yang menyeramkan? momen saat Togar mengucapkan Gue sayang sama lo J, mau kan jadi pacar gue?

Gue sendiri juga gak tahu kabar terakhir Ms J gimana sekarang. Dimana dia kuliah. Ngambil jurusan apa. dan apakah masih sering bertemu dengan teman-teman yang lain dalam waktu satu tahun belakangan ini?

Gue bersama Togar menunggu di teras rumah Ms. J. Asisten rumah tangganya meminta kita agar menunggu karena Ms J sedang mandi. Kita dihidangkan dua gelas teh manis. Gue menyeruput dengan santai namun Togar tidak menyentuhnya sama sekali. Ia tampak nervous. dia belum bisa melupakan Ms J tampaknya.

lima belas menit kemudian Ms J datang menghampiri kita. menawari kita apakah tehnya mau dibuatkan lagi atau tidak. jawaban standar tamu. Tidak usah repot-repot. Itu yang kita katakan.

Ms. J yang sekarang gue lihat jauh berbeda dengan Ms J setahun yang lalu ketika ditembak oleh Togar di lapangan basket.  Kini ia terlihat jauh lebih cantik. feminim. dan dewasa. entah kenapa selepas main dari rumah Ms J gue malah kepikiran terus dengan Ms J mulai hari itu.

Seperti inikah yang dirasakan Togar saat jatuh cinta dengan Ms J? damn.

Dari yang hanya sekadar menemani Togar main ke rumah Ms J. lama-lama gue menjadi sering main ke rumahnya sendirian. Tentu tanpa ditemani oleh Togar.

Tanpa disadari gue sedang melakukan pendekatan dengan Ms J tanpa sepengetahuan Togar. Gelisah dengan kondisi ini dan merasa tidak enak dengan Togar maka gue memutuskan untuk membicarakan hal ini kepada Togar. Meminta restu darinya agar gue diberi kesempatan untuk mendekati Ms. J

“Gue suka sama dia Gar.”

“Oh. ya udah gak papa.”

“Lo gak marah kan?”

“Marah gimana? santai aja kali toh dia bukan siapa-siapa gue.”

“Bukan gitu maksud gue Gar. gue hanya gak mau menghancurkan persahabatan kita gara-gara satu cewek.”

“Gak papa kok.”

“Kalau lo masih suka sama Ms J. silahkan lo kejar lagi aja. tapi kalau lo udah gak ada rasa sama dia. m-maksud gue lo gak papa kan kalau gue deketin dia?”

“Gak papa kok.” jawab Togar dengan singkat sepanjang pembicaraan.

“Bener nih?”

“Iye gak papa.”

“Okay, gue cabut ya.” Gue menjulurkan tangan gue memberi salam. Kebiasaan yang sering kita lakukan dari SMU ketika ingin berpisah. Namun saat itu Togar enggak membalas jabatan tangan gue. Dia berdiri dari tempat duduk teras rumahnya lalu kemudian masuk ke dalam rumah tanpa meninggalkan sepatah katapun.

Gue tahu dia masih sayang dengan Ms. J.

 

Gue dan Ms J semakin lama semakin dekat. Frekuensi kita bertemu semakin sering. Dia menyukai band-band punk seperti Greenday, Pennywise, Blink 182 dan banyak lainnya. Kita sama-sama suka baca buku. Dia suka baca buku Harry potter. gue suka baca buku telepon. Singkat kata ternyata kita memiliki banyak kesamaan. Entah kenapa dari SMU kita gak pernah jatuh cinta.

 

Tahun 2002

Saat itu film Spider-man yang diperankan oleh Tobey Maguire sebagai peter parker, dan kirsten dunst sebagai Mary Jane Watson sedang tayang dan masuk dalam daftar box office di seluruh dunia.

Gue berencana mengajak Ms. J

” Hi J, nonton Spider-man yuk?”

“Boleh, mau kapan?”

“Gimana kalau sabtu jam tiga sore?”

“Boleh.”

Di hari yang sama sialnya kedua teman kuliah gue bernama Aryo dan Aldi berencana untuk ikut nonton bareng gue dan berpotensi merusak acara kencan gue bersama Ms J.

“Den, ayo kita nonton Spider-man?”

“Yaaaaa gimana yaaaaa, kayanya gue mau nonton bareng Ms J yo.”

“Ya bareng dong sama kita. Sama temen pelit banget lu?”

“Iye den, nonton barenglah kita gimana?”

“T-ta-tapi gue mau nonton sama…”

“Udehhhhhh kita nonton bareng ya.” Jawab Aryo dan Aldi berbarengan lalu melengos pergi.

 

XXI Metropolitan Mall pukul 15:00

Gue sedang berada dalam jalur antrian membeli tiket Spider-man, dalam antrian yang panjang menggurita gue belum melihat wajah Ms J. Kok dia belum datang ya? galau gue dalam hati. Handphone di dalam saku jeans gue bergetar. Ada SMS masuk dari Ms J.

Aku sebentar lagi nyampe, beliin tiketnya aja duluan untuk kita berdua, nanti aku ganti.

Ketakutan gue gak terbukti, karena Ms J ternyata mau nonton bareng dengan gue! gue pun tersenyum sambil mengepalkan tangan ke udara saking senangnya.

Tiba-tiba handphone gue bergetar kembali, gue memeriksa ternyata ada SMS masuk dari Aryo.

Den, gue sebentar lagi dateng bareng Aldi, beliin tiketnya aja dulu buat kita berdua, kita ngutang dulu ya sama lo, kapan-kapan kita bayar deh.

Handphone  gue banting.

 

Gue membeli empat buah tiket. dua tiket buat gue dan Ms J dengan posisi tempat duduk di tengah-tengah, sementara dua tiketnya lagi buat dua kampret Aryo dan Aldi yang sengaja gue pilih seat barisan paling bawah dan paling dekat dengan layar  dengan maksud agar kedua mata mereka juling dan leher jadi setengah patah.

Sepulang menonton Spider-man malamnya gue masuk kamar. tersenyum bahagia karena gue bisa mengajak nonton Ms J. Gue tidur. bermimpi menjadi Spider-man yang bergayutan di kota Jakarta dengan Ms J dalam pelukan gue.

Kemudian kita mulai berpacaran. mulai sering menonton film di bioskop. mulai sering bercumbu dalam studio. mulai sering berpegangan tangan. dunia serasa milik kita berdua.

Dua tahun kemudian di tahun 2004 sekuel film spider-man yang diberi judul Spider-man 2 tayang. Masih dengan para pameran yang sebelumnya bermain pada spider-man 1 dimana Tobey Maguire berperan sebagai Peter Parker / Spider-man, Kirsten dunst sebagai Marry Jane Watson, dan Soetan Batoegana sebagai Dr Octopus. Maksud gue Alfred Molina sebagai Dr Octopus.

Gue kembali mengajak Ms J untuk menontonnya. kali ini bukan sebagai gebetan namun sebagai pacar dengan usia pacaran dua tahun. kita menikmati filmnya. menontonya membawa pikiran gue melambung saat awal-awal kita pendekatan.

 

Putus

Pertengahan tahun 2006 gue putus dengan Ms. J dengan suatu alasan. Setahun kemudian pada bulan Mei 2007  film Spider-man 3 tayang. Gue menontonnya sendirian. Tanpa ada Ms J. Tidak lagi ada pegangan tangan dan saling seruput iced tea dalam satu studio. tidak ada lagi cumbuan-cumbuan mesra lagi di dalam studio. dan entah kenapa saat itu film Spider-man 3 menjadi tidak menarik lagi bagi gue.

Gue pulang ke rumah. masuk ke dalam kamar. malamnya gue bermimpi menjadi Spider-man yang sedang bergayutan di kota Jakarta. hanya saja tidak ada Ms J sebagai Mary Jane watson di mimpi gue kali ini.

 

 

Something that you need to know about this blog:

  1. I write this blog based on my true experiences
  2. The name of the characters on this blog is not real anymore (Except my own character), I change it due to avoid some feuds, lawsuits, or even dead threats to me, my cats, and my dogs.
  3. I dramatize and exaggerate some parts in order to make a good story with a good punchline so that you can laugh your ass off and say “Hey this blog is funny! I love it!”
  4. I write this blog mostly on Friday night and Saturday night. Why? because that’s what forever alone dude do.

 

Advertisements
Posted in: Esai