#hidupiniseperti Lesung pipit.

Posted on September 14, 2014

0


Ada banyak cara untuk jatuh cinta. Andi, teman SD gue,  jatuh cinta dengan Cindy ketika ia melihat perempuan itu sedang menyibakkan rambutnya. Tidak ada yang spesial dari perempuan yang sedang menyibakkan rambut. Namun ajaibnya hal itu mampu membuat Andi jadi sering menuliskan namanya dan Cindy di tembok rumah. Lalu digambarnya lambang hati diantara kedua nama tersebut. Dan seperti biasa Ibunya kemudian akan menggampar kepala Andi dari belakang setiap kali ia menemukan coretan-coretan itu. karena hal itu membuatnya harus mencat ulang sebagian tembok rumah.

Benson, teman SMU gue jatuh cinta dengan ling-ling saat dilihatnya perempuan oriental itu tengah mengangkat kedua tangannya ketika mencoba mengikat rambutnya. sehingga tampaklah ketiaknya yang mulus dan putih itu. Keesokan harinya Benson selalu berusaha mengajak ngobrol lingling . Di sela-sela obrolan ia berharap perempuan itu akan mengangkat keduatangannya  saat ingin mengikat rambutnya.

Itulah jatuh cinta. Kadang hal-hal yang paling kecil dan sering luput dari perhatian malah bisa melelehkan hati.

Lalu bagaimana dengan gue?

Gue menamakan perempuan ini lesung pipit, karena ketika dia tersenyum satu lesung pipit akan timbul pada pipi sebelah kanannya.

Berbeda dari kebanyakan pria lain yang lebih menyukai perempuan berdada besar dan ranum, atau pantat yang sekal dan empuk, gue menyimpan ketertarikan lebih besar kepada perempuan yang memiliki lesung pipit.

Gue masih ingat pertama kali melihat video klip Lovefool nya the cardigans. Lesung pipit Nina persson sang vokalis telah membuat gue jatuh cinta.

Perempuan dengan dada besar dan pantat besar memang enak dan empuk untuk dijadikan pegangan hidup. Namun perempuan berlesung pipit tidak akan pernah membosankan untuk dipandang selama kita hidup.

Perjumpaan gue dengan si lesung pipit terjadi di acara kebaktian untuk karyawan beragama kristen pada hari Jumat siang. Hal pertama yang harus dilakukan saat menggebet perempuan yang belum pernah lo kenal sebelumnya adalah mencari informasi.

Singkat cerita, setelah jam kebaktian selesai, gue memutuskan untuk mencari tahu informasi tentang lesung pipit seperti:

Dari departemen mana dia?

Apa E-mailnya?

Berapa nomor handphone?

Apakah dia sudah punya pacar?

Bila sudah punya pacar, besar harapan gue agar level ketampanan pacarnya tidak melebihi gue, seperti Christian Sugiono atau Primus Yustisio. Seenggaknya masih pada kisaran level Andhika kangen band.

Dan seandainya level ketampanan pacarnya melebihi gue, besar harapan tinggi badannya tidak melebihi ucok baba, karena dengan seperti itu, gue bebas menendang pacarnya ke selokan.

Setelah berhari-hari berusaha mencari informasi tentang  dirinya dari intelijen yang paling rahasia: Dora The explorer.

Gue mendapatkan informasi kalau ternyata si lesung pipit belum punya pacar. Dia masih single. Gue tersenyum merayakan kemenangan gue.

Dari kantor gue mengirim Email ke dirinya. Sebagai kalimat pembuka gue memperkenalkan nama gue, departemen gue. Lalu gue menceritakan kalau hari ini adalah kali ketiga gue melihat dirinya hadir di kebaktian Jumat siang. To-the-point gue lalu mencoba mengajaknya untuk sekadar ketemuan, dinner, atau ngupi-ngupi di Mall kelapa gading setelah pulang kantor.

Sent.

Email terkirim.

Hati gue membuncah.

Gue berharap ia akan membalasnya dengan cepat. Tapi ternyata enggak. Gue menunggu satu dan dua jam kemudian namun tetap tidak ada balasan.

Hingga pukul setengah lima sore akhirnya notifikasi pada layar inbox gue muncul. Ada domain nama dia disitu. Ahay! dibales! gue pun tersenyum dengan bahagia layaknya habis mendapatkan award sebagai pria pameran pembantu terbaik.

Dengan cekatan gue mengklik tombol inbox dan membaca balasannya.

Maaf gue gak bisa.

Hanya balasan itu yang gue dapat.

Hati gue remuk. Kedua lutut gue lemas dan kebas. Ternyata memang lagi kesemutan.

Gue memutuskan untuk mematikan komputer lalu pulang ke rumah. Gue berjalan menuju lapangan parkir motor. Di hadapan gue ada semburat senja yang menggantung kekuningan tengah menyambut.

Sesaat pikiran gue melambung pada cerita pendek Sepotong Senja Untuk Pacarku karya Seno Gumira Ajidarma. Dimana seorang pria memotong senja dari langit-langit lalu menyelipkannya di dalam amplop dan mengirimkannya kepada pacarnya sebagai tanda cita.

Rasa-rasanya gue juga ingin memotong senja tersebut lalu memberikannya kepada lesung pipit sebagai tanda cinta gue kepadanya.

“Ini buat kamu? ”

“Apa ini?”

“Ini sepotong senja?”

“Enak gak?”

“Manis yah.”

“Iya, manis seperti kamu.”

“Gombal.”

Ia memukul pelan bahu gue.

Lalu kita berciuman.

Iya. Kadang imajinasi pria patah hati memang keterlaluan.

 

***

Gue pulang dengan naik motor. Dan ketahuilah, naik motor dengan perasaan patah hati akibat ditolak perempuan bukanlah hal yang baik. Karena pikiran lo tidak bisa fokus ke jalan.

Bagi gue pria yang cintanya ditolak oleh perempuan adalah pria kedua paling payah versi on the spot. Sementara posisi pertama dipegang oleh pria penyuka film korea.

Dalam bukunya yang terkenal:  The power of positive Thinking, Dr Norman Vincent peale menjelaskan

A sense of inferiority and inadequacy interferes with the attainment of your hopes, but self-confidence leads you to self-realization and successful achievement

Seperti Peter parker yang sedang mendapatkan pencerahannya setelah mendengarkan nasehat Uncle Ben tentang:

“The great power comes a great responsibility”

Pun Gue merasakan Dr Norman Vincent Peale sedang menepuk bahu gue dan berkata dengan tegas:

Self-confidence leads to self-realization dan successful achievement.

Berbekal dengan semangat yang masih ada akhirnya gue mencoba mengirimkan E-mail lagi kepada si lesung pipit. Gue mencoba menjadi lebih lucu lewat E-mail hingga akhirnya ia mau memberikan nomor handphonenya. Walau dengan cara dicicil 3 kali nomor terlebih dahulu diberikan dalam satu minggu.

Setelah gue berhasil mendapatkan nomornya gue mengajaknya untuk ketemuan, nonton, dan dinner bareng. Setelahnya kita menjelma menjadi sebagai sepasang kekasih.

 

photo(4)

 

Something that you need to know about this blog:

  1. I write this blog based on my true experiences
  2. The name of the characters on this blog is not real anymore (Except my own character), I change it due to avoid some feuds, lawsuits, or even dead threats to me, my cats, and my dogs.
  3. I dramatize and exaggerate some parts in order to make a good story with a good punchline so that you can laugh your ass off and say “Hey this blog is funny! I love it!”
  4. I write this blog mostly on Friday night and Saturday night. Why? because that’s what forever alone dude do.
Advertisements
Posted in: Esai